Lowongan CPNS - Badan Intelijen Negara Membuka 199 Formasi - September 2017

Lowongan CPNS - Badan Intelijen Negara Membuka 199 Formasi - September 2017
Badan Intelijen Negara
PENERIMAAN CALON PNS BIN TAHUN ANGGARAN 2017
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara serta Reformasi Birokrasi Nomor 80 Tahun 2017 tanggal 31 Agustus 2017 mengenai Formasi Pegawai Negeri Sipil Badan Intelijen Negara Tahun Biaya 2017, Badan Intelijen Negara (BIN) memberbagi peluang terhadap WNI yang berminat serta memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) BIN TA 2017.


Sejarah
Perjalanan lembaga Intelijen negara telah menapaki jalan panjang, seiring lahir serta berkembangnya Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI. Pasca proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, tetap di bulan Agustus 1945, pemerintah Republik Indonesia mendirikan badan Intelijen untuk pertama kalinya, yang dinamakan Badan Istimewa. Kolonel Zulkifli Lubis ditunjuk memimpin lembaga ini bersama kurang lebih 40 mantan tentara Pembela Tanah Air (Peta) yang menjadi penyelidik militer khusus. Personel-personel Intelijen pada lembaga ini adalahpendidikan Sekolah Intelijen Militer Nakano, yang didirikan pendudukan Jepang pada tahun 1943. Zulkifli Lubis adalahpendidikan sekaligus komandan Intelijen pertama.
Pada awal Mei 1946, diperbuat pelatihan khusus di daerah Ambarawa. Kurang lebih 30 pemuda lulusannya menjadi anak buah Badan Rahasia Negara Indonesia (BRANI). Lembaga ini menjadi "payung" gerakan Intelijen dengan berbagai unit ad hoc, bahkan operasi luar negeri.
Menteri Pertahanan Amir Sjarifuddin membentuk "Badan Pertahanan B" yang dikepalai seorang mantan komisioner polisi di bulan Juli 1946. Kemudian diperbuat penyatuan seluruh seluruh badan Intelijen di bawah Menhan pada 30 April 1947. BRANI menjadi Tahap V dari Badan Pertahanan B.
Di awal tahun 1952, Kepala Staf Angkatan Perang, T.B. Simatupang menurunkan lembaga Intelijen menjadi BadanInfo Staf Angkatan Perang (BISAP). Pada tahun yang sama, Wakil Presiden Mohammad Hatta serta Menhan Sri Sultan Hamengku Buwono IX menerima tawaran Central Intelligence Agency Amerika Serikat (CIA) untuk melatih calon-calon intel profesional Indonesia di Pulau Saipan, Filipina.
Sepanjang tahun 1952-1958, seluruh angkatan serta Kepolisian mempunyai badan Intelijen sendiri-sendiri tanpa koordinasi nasional yang solid. Maka 5 Desember 1958 Presiden Soekarno membentuk Badan Koordinasi Intelijen (BKI) serta dipimpin oleh Kolonel Laut Pirngadi sebagai Kepala.
Selanjutnya, 10 November 1959, BKI menjadi Badan Pusat Intelijen (BPI) yang bermarkas di Jalan Madiun, yang dikepalai oleh DR Soebandrio. Di era tahun 1960-an hingga akhir masa Orde Lama, pengaruh Soebandrio pada BPI sangat kuat diikuti perang ideologi Komunis serta non-Komunis di tubuh militer, tergolong Intelijen.
Seusai gonjang-ganjing tahun 1965, Soeharto mengepalai Komando Operasi Perbaikan Keamanan serta Ketertiban (KOPKAMTIB). Selanjutnya di seluruh daerah (Komando Daerah Militer/Kodam) dibentuk Satuan Tugas Intelijen (STI).
Pada tanggal 22 Agustus 1966, Soeharto mendirikan Komando Intelijen Negara (KIN) yang dipimpin oleh Brigjen Yoga Sugomo sebagai Kepala. Kepala Komando Intelijen Negara (KIN) bertanggung jawab langsung terhadap Soeharto.
Sebagai lembaga Intelijen strategis, maka BPI dilebur ke dalam KIN yang juga mempunyai Operasi Khusus (Opsu) di bawah Letkol Ali Moertopo dengan asisten Leonardus Benyamin (Benny) Moerdani serta Aloysius Sugiyanto.
Tidak lebih dari setahun, 22 Mei 1967 Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk mentampilan KIN menjadi Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN). Mayjen Soedirgo menjadi Kepala BAKIN pertama.
Pada masa Mayjen Sutopo Juwono, BAKIN mempunyai Deputi II di bawah Kolonel Nicklany Soedardjo, perwira Polisi Militer (POM)pendidikan Fort Gordon, AS.
Sebetulnya di awal 1965 Nicklany telah membentuk unit intel PM, yaitu Detasemen Pelaksana Intelijen (Den Pintel) POM. Dengan cara resmi, DenPintel POM menjadi Satuan Khusus Intelijen (Satsus Intel), lalu tahun 1976 menjadi Satuan Pelaksana (Satlak) BAKIN serta di era 1980-an nanti menjadi Unit Pelaksana (UP) 01.
Mulai tahun 1970 terjadi reorganisasi BAKIN dengan tambahan Deputi III pos Opsus di bawah Brigjen Ali Moertopo. Sebagai inner circle Soeharto, Opsus dipandang paling prestisius di BAKIN, mulai dari urusan domestik Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) Irian Barat serta kelahiran mesin politik Golongan Karya (Golkar) hingga persoalan Indocina.
Tahun 1983, sebagai Wakil Kepala BAKIN, L.B. Moerdani membutuhas kegiatan Intelijen menjadi Badan Intelijen Strategis (BAIS). Selanjutnya BAKIN tinggal menjadi suatu  direktorat kontra-subversi dari Orde Baru.
Seusai mencopot L.B. Moerdani sebagai Menteri Pertahanan serta Keamanan (Menhankam), tahun 1993 Soeharto mengurangi amanah BAIS serta mengganti namanya menjadi Badan Intelijen ABRI (BIA).
Tahun 2000 Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merubah BAKIN menjadi Badan Intelijen Negara (BIN) hingga sekarang.
Dengan demikian, sejak 1945 s/d sekarang, organisasi Intelijen negara telah berganti nama setidak sedikit 6 (enam) kali:
  1. BRANI (Badan Rahasia Negara Indonesia)
  2. BKI (Badan Koordinasi Intelijen)
  3. BPI (Badan Pusat Intelijen)
  4. KIN (Komando Intelijen Negara)
  5. BAKIN (Badan Koordinasi Intelijen Negara)
  6. BIN (Badan Intelijen Negara)

Sejak nomenklatur lembaga Intelijen negara dirubah menjadi Badan Intelijen Negara (BIN), lembaga ini dipimpin oleh :
  1. Letnan Jenderal (Purn). Arie J. Kuma'at
    • (1999 - 2001, Kabinet Gotong Royong)
  2. Jenderal (Purn). A.M. Hendropriyono
    • (2001 - 2004, Kabinet Gotong Royong)
  3. Mayor Jenderal (Purn). Syamsir Siregar
    • (8 Desember 2004 - 22 Oktober 2009, Kabinet Indonesia Bersatu I)
  4. Jenderal Polisi (Purn). Sutanto
    • (22 Oktober 2009 - 19 Oktober 2011, Kabinet Indonesia Bersatu II)
  5. Letnan Jenderal (Purn). Marciano Norman
    • (19 Oktober 2011 - 6 Juli 2015, Kabinet Indonesia Bersatu II)
Note/Warning/Hati - hati : Informasi Lowongan CPNS - Badan Intelijen Negara Membuka 199 Formasi - September 2017 sesegera mungkin dibutuhkan untuk posisi loker diatas, jadi diharapkan agar lamaran Anda dikirim secepatnya dan segera mungkin. Hanya untuk pelamar yang melengkapi persyaratan dan kriteria yang akan ditindaklanjuti. Kepada para pelamar kerja dan pembaca www.lowongankerjasolo.com diharapkan berhati – hati adanya rekrutment yang meminta sejumlah uang atau memungut sejumlah biaya atau hal lain yang dapat merugikan oleh perusahaan tidak bertanggung jawab
Ikuti kami untuk mendapatkan udate informasi loker terbaru melalui app social media di hp android kamu :
Instagram: https://instagram.com/infolokerja
Twitter: https://twitter.com/lokersolonew
Google Plus: https://plus.google.com/106126346823763242363
Fans Page: https://web.facebook.com/lowongandisoloraya/
Join Groub Facebook: https://goo.gl/ZDSah1
App Loker Android: https://goo.gl/KR6FOD
Download App loker android lowongankerjasolo.com untuk mendapatkan update info lowongan kerja klik disini

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lowongan CPNS - Badan Intelijen Negara Membuka 199 Formasi - September 2017"

Posting Komentar